Kamis, 24 April 2014

Rasa ini ada lagi

Tulisan ini tak ada tujuannya
Tidak ada alamat yang khusus
Tetapi teruntuk kamu yang coba memberi rasa berbeda dibeberapa scene kehidupanku
Tak perlu kalian menerka, sudahlah...

Heei,
Aku hampir saja acuh, tidak lagi memperdulikan, bahkan mencoba tidak lagi menjadi wanita perasa yang mudah terkena syndrom "ke-geer-an"
Seperti masa-masa itu, banyak kisah konyol yang sebenarnya ketika aku menikmati maka aku harus siap tersakiti
Tak perlu kalian menerka, sudahlah...

Heei,
Dahulu, aku memakanai kedekatan sebagai rancangan kisah yang sudah biasa ku tebak endingnya
Seperti serial ftv yang sudah biasa terbaca kisahnya dari judul
Tak perlu kalian menerka, sudahlah...

Heeei, dulu aku selalu memperbaiki diri,
Berusaha tampil terbaik,angun dan menawan
Haha, bukan diriku yang sebenarnya tapi tak bisa mengelak karena itu kunci utama
Ingat itu, Malu rasanya
Tak perlu kalian menerka, sudahlah..

Kini Tak ada ambisi untuk memiliki, tapi merasa takut kehilangan.
Rasa itu datang lagi,
Tanpa syndrom kegeeran, tanpa menebak ending dan hanya memasrahkan takdir, tak ingin acuh dan hanya membiarkan kisah ini senatural mungkin, tak ada kisah romatis namun penuh kenyamanan, dan kita biasa mengenal tanpa perlu memakai topeng kebohongan untuk terlihat menawan.
Tak usah kalian menerka, sudahlah..

R.3114 gedung c fasilkom
11.52 wib
Dewi setiawati

Rabu, 25 Desember 2013

bermimpi hingga merantau !

"Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang"

Desember ini aku sedang menata mimpi, resolusi hidup
mendengar cerita orang-orang keren,
membaca buku buku inspiratif ,
bahkan bertemu orang-orang hebat
tidak salah bukan jika aku bermimpi?

sejak SMA aku terpesona dengan Australia, 
keindahan kota Aydney, Melbourne
sebelum uas kemarin aku terpukau dengan film 99 cahaya di negeri Eropa
lebih lebih dengan keindahan di Eropa
sampai sampai selesai pulang aku sempat menuliskan kalimat ini di akun twitterku


saat ini pasca UAS aku sedang baca rantau 3 muara
bagaimana semangat seorang alif belajar untuk bisa ke Amerika
dan tadi sore aku melihat sebuah tulisan di notes facebook seorang teman yang sudah lebih dahulu merantau ke negeri orang 

merantaulah!

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air mejadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..
(Imam Syafii)

Merantaulah!

Merantaulah, agar kamu tahu bagaimana rasanya rindu dan kemana harus pulang.

Merantaulah, engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

Merantaulah, engkau akan mengerti kenapa alasannya kau harus kembali.

Merantaulah, akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan.

Merantaulah, engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kau lalui bersama Ibu, Bapak, Adik, Kakak, Sahabat ketika kau pulang kerumah.

Merantaulah, engkau akan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

Merantaulah, engkau akan mengerti arti sebuah perpisahan.

Merantaulah, semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharaganya pulang.

Sekali lagi, Merantaulah, kau akan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun akan tahu siapa yang akan kau rindukan.

_Muhammad Yasin_

waaa subhanallah (: 
semakin semangat aku merajut mimpi untuk merantau,
semangat teman-teman yang mau merantau,
dan lebih semangat buat teman-teman yang sedang merantau ;)
semoga  menjadi pahala setiap langkah kita menuntut ilmu
Aamiin ya robbalalamin :)

Senin, 02 Desember 2013

Selembar Nasihat : Yakin Tak Pernah Salah

Assalamu’alaikum,
Akhi , ukhti
Mungkin kalian pernah mendengar, mengetahui, bahkan mengerti
Bahwa tak akan pernah salah
Iya, tak akan pernah salah apa yang telah ditentukanNya
Di sini, aku hanya mencoba untuk bercerita
Di sini, aku ingin sedikit mengingatkan
Bahwa tak akan pernah salah
Yakin, tak pernah salah
Akhi, ukhti Coba deh buka Al-Qur’an, surah Al-Hajj ayat 70
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”
Subhanallah, inilah ayat yang menjadi pengingat kita Bahwa Allah telah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang di bumi
Bukan hanya itu, Allah juga telah mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada ciptaanNya
Akhiukhti
Pernahkah kalian mendengar
Bahwa hidup, mati, rezeki, jodoh, dan ketentuan dari seorang manusia telah direncanakan olehNya
Maka yakin, tak akan pernah salah
Akhiukhti
Coba deh buka kembali Al-Qur’an nya, surah At-Takwir ayat 29
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”
Subhanallah,
Satu ayat lagi yang menjadi pengingat kita
Mungkin kita pernah mencoba tetapi belum berhasil juga
Mungkin kita pernah usaha namun tak ada bedanya
Mungkin kita pernah bekerja namun hasil tak terasa
Mungkin kita pernah yakin dan percaya namun ternyata tetap kecewa
Ya, jawabannya mungkin Allah belum mengkhendaki apa yang kita tempuh
Allah berfirman dalam surah Ash-shaffaat ayat 96
“Allah menciptakan kamu dan apa saja yang kamu perbuat.”
Namun akhiukhti
Janganlah bersedih ketika apa yang kita inginkan , yang kita harapkan belum sesuai
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.
Akhiukhti
Namun haruskah kita pasrah dengan apa yang ada?
Tentu tidak, teruslah berusaha, terus lah memohon dan berdoa
Karena dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
”Kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesulitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”.
“Berkata Ibnu ’Abbas: Maksud dari firman Allah ”dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya”. Yaitu Membimbing hatinya kepada keyakinan, sehingga ia mengetahui apa yang telah ditakdirkan Allah menimpanya, tidak akan pernah melenceng darinya. Dan apa yang tidak ditakdirkan Allah menimpanya, tidak akan pernah menimpanya.”
Akhiukhti
Tetaplah yakin, tak pernah salah
Allah memiliki rencana untuk hamba-hambaNya, rencana yang jauh lebih indah dari rencana hambaNya, dan itu tak pernah salah.
Hidup, rezeki, prestasi, mimpi, jodoh, bahkan matimu telah terancang olehNya
Yakin, tak pernah salah
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya .
Wassalamu’alaikum wr.wb

ditulis oleh Dewi Setiawati, Sekretaris FUKI Fasilkom UI 2013

Sabtu, 02 November 2013

Bangga , Ayahku Seorang Buruh

Bismillahirrohmanirrohim.

Assalmu'alaikum,

aku ingin bercerita
bercerita tentang ayahku dengan pekerjaannya

seminggu ini timeline sosial mediaku tidak sedikit yang membahas tentang fenomena para buruh yang menuntut gaji 3,7 juta
lalu , aku langsung peduli? tidak !
aku tidak pernah mengomentari gaji profesi A , profesi B, profesi C
sekalipun yang ramai di bahas itu profesi ayahku, karena sepertinya suasana dirumah anteng-anteng aja dengan fenomena tersebut

Namun kamis malam aku sudah mulai gerah dengan beberapa postingan di timeline sosial media, yang menurutku bukan postingan yang layak di post oleh orang-orang yang katanya lebih berpendidikan dari pada seorang buruh.
saataku membuka laptop dan sosial media di ruang tamu, ayah, ibu, dan adik-adikku lengkap berkumpul, dan jelas mereka juga mengetahui apa yang sedang aku lihat.
tahukah kawan apa reaksi ibuku?
"lho, itu temenmu ka? ko bahasanya gitu? apakah cara mahasiswa mengkritisi seperti itu? engga kan ka?"
aku hanya diam
dan tahukah kawan apa reaksi ayahku?
beliau hanya senyum, "ga apa ka..............."
aku makin diam karena takut mengecewakan beliau
namun setelah itu beliau malah mengungkapkan pendapat tentang buruh itu siapa, kelas-kelas atau level buruh, sudut pandang perusahaan besar seperti krakatau steel, sudut pandang perusahaan milik pribadi/personal dimana seperti tempat ayahku bekerja, bahkan ayahku juga mengungkapkan bagaimana jika posisi beliau menjadi seorang pemilik perusahaan yang memikirkan biaya produksi, harga material, keputusan yang akan diambil, dan lainnya. saat itu di dalam hatiku bilang "Ayahku memang buruh, tapi pemikirannya tidak kalah dengan seorang pemilik perusahaan"

kawan tahukah kalian,
ayahku memilih menjadi buruh,
karena jenjang pendidikan beliau tidak memungkinkan untuk bekerja lebih dari itu, dan sejauh ini pekerjaan tersebut masih menghasilkan nafkah yang halal untuk keluarganya
ayahku sudah menjadi buruh belasan tahun,
tapi beliau tidak pernah mengeluh dengan mata pencariannya untuk menghidupi seorang istri dan 3 orang anaknya dengan keadaan "cukup"
ayahku sudah menjadi buruh belasan tahun,
tapi ayahku ridak pernah mengeluh dengan hasil (gaji) yang beliau dapat, bahkan selalu mengajari ibuku untuk mengatur uang serta mengajari kami anak-anaknya untuk saling mengerti dan memahami keadaan keluarga
ayahku sudah menjadi buruh belasan tahun,
tapi beliau tidak pernah menuntut sesuatu apa yang bukan menjadi haknya
ayahku sudah menjadi buruh belasan tahun,
beliau tidak pernah ikut demo buruh, bukan karena tidak mau capek, tapi beliau masih merasa "cukup" dengan apa yang beliau dapat
ayahku hanya menjadi seorang pekerja buruh pabrik,
tapi beliau selalu berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya di sekolah terbaik, hingga saat ini aku bisa berada di sebuah universitas negeri terbaik di Indonesia

bahkan kawan,
aku ingat sekali Desember 2010,
ayahku sempat menjadi korban PHK bersama rekan-rekan seluruh buruh di pabrik tempatnya bekerja, bukan karena kesalahan beliau, lagi-lagi karena pihak yang selalu menuntut perihal kenaikan upah.
tapi tahukah kawan,
ayahku tidak kesal bahkan marah, ayahku menjelaskan kepada ibu dan aku sebagai anak paling dewasa untuk memahami keadaan, bahwa keputusan yang diambil oleh pemilik perusahaan adalah keputusan terbaik, dan yang paling penting adalah menjelaskan kepada ibu dan aku bahwa Allah sayang kepada kami, dengan memberi ujian yang pasti masih sesuai dengan kemampuan kami.

kawan,
aku tidak mempedulikan masalah tuntutan buruh tentang upah 3,7 juta perbulan, aku juga tidak menyatakan posisi diriku yang pro dan kontra
yang aku pedulikan adalah bagaimana kita harus bersikap. aku berharap kita bisa sedikit mengargai
dengan cara bagaimana kita berpendapat, bagaimana kita berbicara, dan bagaimana kita bersikap. dengan tidak mengeneral suatu golongan. karena pada kenyataannya tidak semua buruh bertingkah laku seperti itu.
jangan membandingkan segala sesuatu dengan diri kita, namun bagaimana kita harus belajar bersyukur dengan keadaan :)

ini pesan ayah dan ibuku :
"gpp ka, ayahmu berpendidikan rendah, bekerja kasar menjadi buruh, tapi cukup ayah saja, selanjutnya anak dan cucu-cucu ayah tidak mengalami hal yang sama. makanya ayah usaha memberikan pendidikan terbaik untuk kalian, agar generasi selanjutnya jauh lebih baik"

maaf kawan, tulisan ini hanyalah pelepas kegundahan hati hari ini, maaf jika kurang berkenan.
aku hanya ingin bercerita betapa bangga aku menjadi seorang anak dari seorang ayah yang bekerja menjadi buruh :)

wassalamu'alaikum wr.wb

Depok, 1 November 2013

Dewi Setiawati


Rabu, 09 Oktober 2013

Rezeki Allah Hari Ini

abis ikutan seminar
"ka dew, makaaan yuuk laper nih"
dalam hati, iya aku juga laper banget sih, tapi.....

waduh uang di dompet tinggal 50 ribu, tapi belum tau ini buat sampai kapan
ini juga uangnya hasil hutang pinjam ke saudara 200ribu beberapa minggu yang lalu
sebenarnya gaji ngajar bulan ini sudah aku terima, tapi sayangnya juga aku punya tanggung jawab cicilan motor yang harus kubayarkan setiap bulan dan ternyata tidak menyukupi untuk ongkos sehari-hari

10 menit sebelum adzan magrib berkumandang
"ya allah, apa harus pinjam uang lagi ya?" batin dalam hati
"atau minta gajian dari pekerjaan lain aja apa ya? tapi belum waktunya gajian, ga enak" nambah ngebatin
"oiya , udah masuk dzulhijjah ya, besok puasa dew, itung itung sunah dapet pahala sama ngirit pengeluaran" nyemangatin diri 

5 menit sebelum adzan magrib
"tapi buat ongkos bensin sehari-hari gimana dew? pinjem atau minta gaji yang belum waktunya yaaa" bingung lagi
ambil handphone, siap siap mau sms rekan kerja, tapi bingung apa yang mau di ketik 
" ***(inisial nama temen) boleh ga klo aku minta gajian aku di majuin? maaf yaaa, uangku tinggal 50ribu sisa pinjam kemaren, tapi klo emang belum ada gpp ko :) maaf ya sebelumnya , bener-bener kepepet"

baca ulang sekali lagi, tapi ga enak minta hak belum waktunya, terus cancel , kesimpan di draf smsnya

adzan magrib berkumandang

malam ini aku berniat menginap di kostan temen
"yaudah dew, sholat dulu, malem ini cari makan yang paling murah deket kontrakan temen, semoga uang nya cukup untuk sampai akhir pekan ini" menenangkan diri

masuk ketempat wudhu, selesai wudhu, pakai kaos kaki
tiba-tiba temen masuk terus bilang 
" kamu dapet sms ga dari si x ?" tanya temenku
"engga dapet, emang kenapa?" jawabnya
" ohhhh berarti aku doang ya sama si y yang ga bisa, katanya uang sudah di transfer ke rekening, mungkin karena aku sama si y beda bank jadi ga bisa transfer dan disuruh ambil cash aja" tambahnya
"oh gitu yaa? aku belum cek atm dari kemaren, oke deh , makasih banyak ya infonya

alhamdulillah alhamdulillah ...
cuma 1 kata yang terus aku kumandangkan seraya jalan menuju musholla

setelah sholat magrib, aku coba jalan menuju atm terdekat untuk mengecek, dan ternyata benar, sudah ada 500ribu di atm 
belum ada serupiahpun yang aku ambil, insyaallah besok baru kuambil uangnya untuk melunasi hutang ketemanku yang kemarin.
aku terus bersyukur , setidaknya lebih tenang, tapi terus siaga karena uang tersebut akan ku bayarkan untuk melunasi hutang ke saudaraku beberapa waktu lalu yang sudah ku janjikan jika aku sudah ada uang 

jam 23.15 wib
buka homepage sosial media, ternyata ada grup beasiswa 
seorang temanku posting sesuatu
"alhamdulillah uang beasiswa sudah keluar, dipergunakan sebaik-baiknya ya teman-teman"
aku masih ga percaya, jangan-jangan cuma postingan lama yang di-up saja.
ternyata baru beberapa jam lalu, cepat-cepat aku baca komentar dibawahnya

subhanallah wal hamdulillah
ternyata komentarnya satu suara
aku memang belum cek, tapi subhanallah, jika memang benar sudah di transfer uang beasiswanya, 
Allah maha mendengar keluh kesah hambanya :)

semakin kuat keyakinan, Allah sudah sangat menyiapkan rezeki hambanya :)
Alhamdulillah 

Senin, 02 September 2013

terasa asing hari ini

14.45 wib
aku merasa asing dihari kuliah ku hari ini,
sampai-sampai aku mengingat tempat ini
kemudian melangkahkan kaki lagi ke pc 21 lab 1107
sedikit info hari ini aku sudah beberapa kali bolak balik ke pc 21 lab 1107
bukan ada sesuatu hal yang harus aku kerjakan , tapi karena aku merasa aneh dengan keadaan hari ini

15.05 wib
aku berhasil menengok kembali, beberapa pengalan cerita, mengingat ingat situasi apa yg sedang kurasakan saat menuliskan penggalan-penggalan cerita itu di sini.
 :)
 waah sudah berapa bulan blog ini tak terurus? terabaikan bahkan terlihat usang. tidak ada yg berkunjung bahkan dari pemiliknya sendiri.
ku tengok lagi, ternyata terakhir kali ku meninggalkan jejak tulisan pada 30 april lalu

lalu ...
tahukah apa alasan aku kembali kesini?
aku baru saja merasa asing disini. setelah 3 bulan libur dari aktifitas di kampus sebagai mahasiswa aktif masuk dari kelas ke kelas.
3 bulan  yang lalu, aku tidak merasakan hal ini, merasa tidak kesepian , merasa tidak kehilangan
agak lebay sih sebenernya, toh aku masih punya lebih dari beberapa ratus orang yang aku kenal tapi saya tidak dekat, mungkin orang orang itu bahkan tidak mengenal orang cupu model aku
oh iya, aku baru sadar, aku baru saja ditinggal orang-orang yang cukup dekat dengan ku, ya walaupun itu masanya

lalu apalagi??
banyak,
banyak hal baru yang aku temui, sampai sampai aku terasa asing hari ini, dan pada akhirnya membawa aku kembali menengok  ke sini.



setelah kelas RPL pertama kali,
Dewi Setiawati