Hallo kamu, iya kamu lagi.
Salam itu terucap lagi setelah sekian lamanya kita tidak salam sapa via suara.
Butuh keberanian khusus seminggu lalu menanyakan kapan punya waktu luang untuk sekedar kabar-kabari via suara.
Tengah malam sebelum semalam bahkan kamu sudah menawarkan diri ingin komunikasikah saat itu. Bukan, bukan karena aku ingin tidur, bahkan aku sedang berdiskusi hebat, keluh kesah mahasiswi semester akhir, calon-calon wanita pembawa perubahan dan peradaban. Aamiin.
Tapi maaf apa daya tuntutan pekerjaan, dan deadline pengerjaan tugas yang sebenarnya hanya tugas mencari pengalaman begitu menyita waktu. Gelisah grasak grusuk sampai jam 9an malam. Ditambah besok masih ujian tengah semester 1 matakuliah yang sama sekali belum ku sentuh materinya. Tak ingat akan janji yang sudah ku janjikan kepadamu.
Oke aku langsung menghubungimu bahwa aku akan menghubungimu.
Tapi lagi-lagi kamu yang menawarkan diri untuk menghubungiku via operator seluler di tempatmu saat itu. 43 menit 59 detik. Terimakasih atas waktu dan biaya yang sudah kamu keluarkan. Akhirnya aku pernah merasakan kode area yang nan jauh disana.
Ku kira sampai disitu.
Ternyata masih ada 1 jam 15 menit yang kita habiskan untuk diskusi berbagai hal via fasilitas call instan messager.
Terimakasih sekali lagi atas waktu dan beberapa kabar baik pembakar semangatku malam itu. Selalu ada cerita baru yang kamu sampaikan via suara.
Jam 1 kurang dini hari itu, aku baru sadar masih ada materi yang belum aku sentuh sama sekali. Tapi tak apa bukan hal baru dan gila untuk dilakukan belajar kebut semalam dibanding hal-hal yang kamu lakukan disana. Haha
parkiran fakultas ilmu komputer,
Universitas indonesia.
Setelah ujian business intelligence sambil menunggu rintik hujan berhenti