Minggu, 28 Juni 2015

Being Me



Tak pandai sebenarnya dalam hal 'menjual kecap', atau aku hanya 'sebutir penyedap'? (setiawati,2015)

Dengan nama Allah yang menciptakan aku begitu sempurna :)

Gemetar sebanarnya ingin menulis apa, beberapa kali mematut diri didepan cermin untuk mengetahui diriku sendiri :D

Salah satu yang ada pada diriku, aku selalu merasa kecil, bukan apa-apa. tapi aku punya banyak sahabat yang hebat. dan menjadikan aku merasa aku apa-apa. bawang ! aku seperti bawang. awalnya merasa kecil, tapi kini selalu merasa diriku bukan sekedar bawang, tapi bawang yang bisa membuat tempe penyet begitu nikmat. heem yummy :9

Mari kita main tebak-tebakan ketika kamu bertemu dengan ku untuk pertama kalinya?
merujuk pada salah satu tulisanku, kata mereka ketika mengenalku 6 hari.
ada yang bilang cuek, jutek, lalalalala. berarti kau belum kenal siapa aku :p

Aku seorang petualang. melalang kesana kemari seperti elang :D engga deng.
cuma memang suka kesana kesini. ya, aku suka gunung dan pantai. aku suka perjalanan jauh. tahukah kenapa? karena ayah ibuku asli jakarta. aku tak punya kampung halaman, makanya aku suka perjalanan jauh. salah satu cita-citaku : merantau

Cewek golongan darah A, sedikit ambisius, keras kepala. dominan koleris dan melankolis. Lihatlah ini buktinya betapa aku koleris dan melankolis. moody dan gampang berubah suasana hati.

Setiap ditanya orang-orang, siapakah tokoh idolamu? pak habibie, dan Ayah ! iya ayah. ayahku jarang sekali marah, karena aku cukup takut dengan tatapan matanya dikala diam hendak marah. Ayah, bahkan aku begitu patuh ketika ibuku tanya kapan hendak menikah dan aku mengebu-gebu namun ayahku bilang nanti saja lah ka, tanda ayah tidak ingin aku cepat cepat lepas dari tanggungjawabnya.

Ini baru sebagian kecil tentangku, tak cukup sepertinya hanya dihalaman ini.

Dulu semasa SMA aku suka dipanggil bebek. Panggilan yang masih aku dengar dari salah satu sahabat aku sampai saat ini. Bebek bukan karena aku suka makan bebek, atau jalan aku yang seperti bebek, tapi ramai, ceria dan suka bercerita sehingga dewi dijuluki dhewkwekwek. Hal itu yang menyebabkan beberapa nama akun medsosku terkesan alay. kemarilah, akan aku ceritakan semuanya tentangku padamu :)

ah iya, saat ini aku sedang degdegan apakah aku bisa pakai toga dibulan agustus? jadi apa aku setelah lulus?
tolong jangan tertawakan aku ketika kau tahu aku seorang mahasiswi sistem informasi. tetapi lebih suka mengurusi anak-anak, dan kegiatan sosial karena memang cita-citaku ingin menjadi 'Ibu Peradaban', apa itu? nantikan tulisanku tentang itu :D

Depok, 28 Juni 2015


Yang sedang mengenal dirinya,
Dewi Setiawati

Rabu, 24 Juni 2015

Manis atau Tangis (?)

Dengan maha pengasih lagi maha penyanyang sang pemilik hati

Kurang lebih ini ramadhan ke 21 tahun yang aku temui selama hidupku.
selalu ada yang dinanti.

Nikmat bangun sahur yang menjadikan rutinitas bangun lebih pagi,
menikmati masakan mamah dipagi sepertiga malam, menikmati rutinitas ayah menyalakan radio atau televisi di jam 3 pagi, menikmati masjid-masjid disekeliling rumah yang saling bersahutan.
tidak hanya itu selalu ada kebiasaan kejar-kejaran berlomba-lomba menyelesaikan berapa banyak lembar, berapa banyak surat dan juz yang yang telah dibaca setiap tahunnya. Masih dengan suasana ramadhan, menjadikan kebiasaan menengok dapur setiap jarum jam yang pendek sudah melewati angka 4, menebak-nebak masak apa mamah hari ini. Dan suasana malam yang memberikan bonus efek jamaah tarawih di masjid sehingga bisa melihat tetangga dari depan belakang kiri kanan rumah yang sehari-harinya jarang ditemui.

tapi tahukah?

21 ramadhan berlalu,
bukan hanya suasana itu,
ada bumbu yang dirasa berbeda disetiap tahunnya
kamu mau tau ?
ah bumbu itu terasa manis atau malah membuat nangis?

ketika aku baru belajar berpuasa, senang berlari dari rumah ke masjid setelah adzan ashar berkumandang dan baru pulang ketika akan adzan magrib. Bermain di pelataran masjid dan bersorak sorak ketika membaca surat-surat pendek pada juz amma'

Dulu waktu kecil aku suka duduk berlama-lama setelah solat tarawih bersama beberapa teman hanya untuk melihat bintang-bintang.

jaman tingkat 3 smp aku pernah jatuh cinta dengan bodoh karena pesona laki-laki yang rajin ke mushola, tapi terlalu kecilnya aku, jadi aku dibodoh-bodohi olehnya, hahaha senyum-senyum malu jika ingat itu.

jaman sma kelas 1 aku pernah patah hati di pertengahan ramadhan, haha, malu. bahkan tukang nasi goreng dan mie tek-tek langganan bisa menebak "mba lagi patah hati yaa, mata bengkak tapi makannya banyak".

jaman setelah itu, aku selalu berlomba-lomba dengan sahabatku tentang targetan ibadah di bulan ramadhan. dan kini aku rindu.

ramadhan pertamaku keluar dari rumah, mulai mandiri dengan menumpang tinggal dirumah paman. tujuannya cuma satu, biar ongkos menuju kampus lebih murah daripada berangkat dari rumah dan jadwal ospek yang tidak bisa ditoleran demi kompak dengan angkatan.

setahun setelah itu, ramadhan ku lalu jauh dari orang tua dan sanak keluarga. merasakan cari sahur dan bukaan bersama teman sekamar kostan. tak jarang aku dan dia merasakan tak bangun sahur padahal besok harus masuk kelas semester pendek aljabar linear dari jam 8 pagi hingga zuhur. dan setelah itu harus rodi kepanitian tingkat UI.

ramdhan kali itu, aku pernah melakukan hal bodoh, menangis sesuatu yang tidak pantas ditangisi. merasa kapok, dan kini menjadi titik balikku. melapas sesuatu yang sudah dijalani bertahun-tahun. tapi membuat aku makin cinta kepada sang pencipta. alhamdulillah.

ramdhan tahun lalu aku pernah merasakan menjadi wanita karir dibalik meja. Pergi pagi pulang malam. merasakan kerasnya jakarta. sekalinya bisa itikaf dimasjid esok sorenya harus mengalami kecelakaan tunggal efek kelelahan dan tidur saat mengendarai motor.

iyaaa aku rindu. tidak peduli dengan isak tangis syahdu ataupun manisnya masa lalu :)
terimakasih atas tema merindu yang berhasil membuat saya melepas rindu akan kebiasaan menulis dan membuat perasaan meletup-letup syahdu membuka kenangan masa lalu :)

Depok,

Rabu, 24 Juni 2015
penuh rasa rindu kepadaMu

Minggu, 24 Mei 2015

hai ! Kisah Bawang dan Tempe

Assalamu'alaikum wr.wb

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,

haloo ! semangat siang dari Tasikmalaya.
Bukan sekedar kisah bawang dan tempe diatas sebuah piring, namun sebuah kisah hadiah dari seseorang sebagai penghibur dan sebuah jawaban kesedihan beberapa hari yang lalu.

 

taraaaaa ~ yep ! gambar diatas adalah gambar dari hana buat dewi tentang kisah bawang dan tempe, yang katanya hadiah spesial, yang sudah di spoiler dari 2 minggu lalu padahal plan hadiahnya berubah dan baru dikerjakan malam pertama sampai di Tasik dengan bumbu bete akibat kertasnya terkena tumpahan tolakangin punya bang amar :D

btw, han kayaknya tipikal cara persahabatan kita bukan yang 'menye-menye' unyu so sweet secara langsung pas saling tatap mata. tapi mencoba sweet secara tersirat haha walaupun sebenarnya kita model cewek romantis sweet gitu :p

sebenernya thx banget lho han, ini seriusan lho ditulisan ini tanpa ada ganguan amar dan ivan, satu nikmat besar yang Allah berikan ke dewi dari jutaan ribu nikmatNya dengan diberikan teman, partner, sahabat, kakak-adek, upin-ipin, apalah itu namanya. huehehe
Hana itu termasuk orang yang membuat dewi nyaman buat cerita apapun, apa yang dewi alami maupun apapun yang dirasa *kemudian mikir bagian mana dari cerita dewi yang belum diceritain*.
sedih dikit curhat, kesel dikit curhat, bete dikit curhat, seneng dikit curhat. lalalalala ~

Hancoy, 
terimakasih sudah menjadi salah satu orang yang meyakinkan betapa bawang itu masih sangat berharga dan bermanfaat untuk mendapingi tempe-tempe mares B6 :")
terinspirasi dari tempe dan ayam penyet kesukaan : "Bahwa membuat tempe penyet sangat membutuhkan bawang"
semoga kita terus berusaha dan berlomba-lomba menjadi bawang-bawang dalam kebaikan :)

with my beloved friend at kawah gunung galunggung, Tasikmalaya

note : ntah berapa jumlah malam dan berapa kilometer yang sudah kita lalui bersama, semoga semakin banyak malam dan tempat yang kita jelajahi bersama ya cuy setelah depok-bogor-jakarta-lampung-surabaya-malang-semarang-tasikmalaya, kali kali bisa keliling eropa bareng-bareng nanti , Aamiin :')
note tambahan : pada dasarnya kita adalah 2 cewek golongan darah A yang memiliki beberapa perbedaan 'selera' :)))))

Hotel Santika-Tasikmalaya,
Minggu, 24 Mei 2015
12.50 wib

Rabu, 29 April 2015

letter for you

depok, 29 April 2015
01:43 AM

semoga dalam lindungan tuhanku maupun tuhanmu

letter for you, my delusion.

andaikata kamu menemukan surat ini,
mungkin kamu sudah mengetahui khayalanmu selama ini
ya, seperti yang kamu lihat, jauh dari angan dan khayalmu
inilah aku,
bukan sesempurna yang kau bayangkan, bukan secantik yang kau harapkan

beberapa menit yang lalu,
takdir tuhan,
pilihan terbaik kita,
aku hanya ingin kamu tahu, betapa aku tidak ingin kita berlama-lama saling menyakiti
dan aku tahu, kamu bukan orang yang sengaja jahat terhadapku, ini hanya aksi-reaksi dari peran kita sebagai delusion.

sampai pada potongan kata dan nama itu tersebut, aku hanya ingin kamu tahu, bahwa role aku sebagai delusion masihlah menggunakan hati
bukan sekedar bayangan fana, bahkan muka ketigalah yang sudah saling dinampakkan, bukan lagi muka satu ataupun muka dua.

my delusion,
hanya beberapa hari dari 365 hari pada 2015 yang kita lalui,
silakan kau pilih cerita mana yang ingin kamu ingat diantara kita
mungkin benar,
seharusnya kisah fantasi ini kita akhir jauh sebelum hari ini
bukan ku tak mau, tak bersyukur akan bayangan yang telah hadir,
hanya saja terlalu sakit untuk diingat kembali

dear delusion,
andai benar kau menemukan surat ini,
inilah aku, bayangan dari khayalmu.
terlalu hina,
maka, ku mohon...
ada permintaan yang belum sempat ku sampaikan hingga kita berpisah
maafkan aku, ku mohon, ikhlaskan lah apa yang sudah terjadi, jangan ada dendam.
ini memang terbaik buat kita.
bukan hal mudah, tapi sekiranya ini lah resikonya.

delusion,
andaikata kita berjumpa dengan segenap energi positif yang masing-masing kita miliki,
terimalah aku apa adanya saat ini,
kamu orang baik, maka perlakukan aku dengan baik begitupun sebaliknya.

aku selalu berdoa kepada tuhanku,
berikanlah yang terbaik, terbaik untukku, dari kacamataMu.
ku yakin, kamupun begitu kepada tuhanmu..
terimaksih :)



sincerely,

your delusion

Kamis, 09 April 2015

Kamu, iya kamu...

Assalamualaikum,

Hallo kamu, iya kamu lagi.
Salam itu terucap lagi setelah sekian lamanya kita tidak salam sapa via suara.
Butuh keberanian khusus seminggu lalu menanyakan kapan punya waktu luang untuk sekedar kabar-kabari via suara.
Tengah malam sebelum semalam bahkan kamu sudah menawarkan diri ingin komunikasikah saat itu. Bukan, bukan karena aku ingin tidur, bahkan aku sedang berdiskusi hebat, keluh kesah mahasiswi semester akhir, calon-calon wanita pembawa perubahan dan peradaban. Aamiin. 
Yaa diskusi diselingan kekhilafan dan kesibukan yang tiada tara, aku masih segar malam itu. tapi belum, belum waktunya malam ini kita say haai via suara. Ku janjikan esok pagi waktu pagimu akan menghubungimu.
Tapi maaf apa daya tuntutan pekerjaan, dan deadline pengerjaan tugas yang sebenarnya hanya tugas mencari pengalaman begitu menyita waktu. Gelisah grasak grusuk sampai jam 9an malam. Ditambah besok masih ujian tengah semester  1 matakuliah yang sama sekali belum ku sentuh materinya. Tak ingat akan janji yang sudah ku janjikan kepadamu. 
Jam 09.30 aku membuka agendaku, baru sadar bahwa ujian besok bukanlah jam 9 pagi melainkan jam 1 siang. Kupastikan dengan tim kelompokku terkait jam ujian itu. Alhamdulillah, Allah sayang padaku, memberikan sedikit waktu untuk aku bernafas lega tanpa sesak kepanikan. Tak lama kemudian aku mencoba membuka instan messager, ada pesan darimu yang belum ku baca. Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa ada janji yang belum kutunaikan.
Oke aku langsung menghubungimu bahwa aku akan menghubungimu.
Tapi lagi-lagi kamu yang menawarkan diri untuk menghubungiku via operator seluler di tempatmu saat itu. 43 menit 59 detik. Terimakasih atas waktu dan biaya yang sudah kamu keluarkan. Akhirnya aku pernah merasakan kode area yang nan jauh disana.
Ku kira sampai disitu.
Ternyata masih ada 1 jam 15 menit yang kita habiskan untuk diskusi berbagai hal via fasilitas call instan messager.
Terimakasih sekali lagi atas waktu dan beberapa kabar baik pembakar semangatku malam itu. Selalu ada cerita baru yang kamu sampaikan via suara.
Jam 1 kurang dini hari itu, aku baru sadar masih ada materi yang belum aku sentuh sama sekali. Tapi tak apa bukan hal baru dan gila untuk dilakukan belajar kebut semalam dibanding hal-hal yang kamu lakukan disana. Haha

Terimakasih :) 
dan lagi-lagi Allah maha baik 60persen lebih dari yang aku pelajari keluar diujian sore ini.
Lagi-lagi aku menulis karena kamu. Semoga kamu baik-baik disana, istiqomah dan selalu dalam lindunganNya

Depok, 4 April 2015
03.36 pm
parkiran fakultas ilmu komputer,
Universitas indonesia.
Setelah ujian business intelligence sambil menunggu rintik hujan berhenti 
Via notes handphone
Wassalamualaikum :)

Jumat, 17 Oktober 2014

Dewi disayang Hana dan Ari (:

Assalamualaikum wrwb

Bismillahirrohmanirrohim , dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Tiada tara kasih sayangmu hingga kau berikan aku orang-orang yang sayang padaku dan menjadi perantara untuk meberikan kasih sayangmu :)

Hai hana dan ari, pasti kalian sudah terlelap tidur dan mimpi indah ketika gue sedang menulis tulisan ini.
Mungkin kalian lelah dengan kegiatan2 penuh kebaikan seharian kemarin. Atau mungkin kalian cukup lelah mengahapi seorang gadis sepantaran tapi seperti sedang menghadapi adik kecil yang merengek balon atau sebuah permen coklat haha.

Pas gue ngetik tulisan ini di tablet, gue lagi nangis lho :) hahaha
Bukan nangis karena masih kezeeeell pake z pake L sama hana dan ari, tapi nangis karena terharu dewi di sayang sama hana sama ari hahaha *mulai melankolis*
Tapi seriusan ga pake boong, lagi bersyukur banget Allah sayang sama dewi sampai dikasih sahabat-sahabat macam kalian.

Sebenernya hari ini sepele banget sih. Gue cuma bete dan kesel sama kalian karena di phpin mau nemenin beli sesuatu tapi diundur-undur sampai akhirnya g-a-j-a-d-i lagi. Terus ditambah syndom PMS level 10 yang akhirnya memperkeruh suasana. Yang akhirnya gue jadi orang paling ga sabar, marah, cemberut, dan keluar semua sifat jelek.

Tapi lucunya, kalian menjadi orang yang paling dewasa saat itu. Masih mau nganterin beli keyboard laptop ke kelapa dua (walaupun tujuan awalnya bukan ini), Hana yang masih nerima dan menanggapi gue semprot ocehan kesel sambil nangis di kontrakan, ari yang kena semprot di wa dan bela2in tlp sampai pulsa habis tapi sogokan sop duren margandonya belom disetujui (inget yaa jungleland) Haha setelah dipikir2 lucu juga melewati potongan kejadian itu.

Walaupun gue jadi obat nyamuk kalian, tapi sepertinya gue selalu jadi pemeran utama yaa kalau kita kumpul ber3. Selalu jadi orang yang paling banyak bercerita padahal cuma ditanya kabar doang. Paling ga bsa gerak klo magernya kumat. Paling galau, paling paling deh emang. Maaf yaa gue hanya jadi butiran debu diantara orang2 keren macem kalian :")

Guys, gue sayang banget lho sama kalian (nangis banget sambil dengerin kiss the rain -yiruma)  :"""""
Gue kayaknya ga berani bilang langsung kalimat diatas.
Gue inget waktu kalian nemenin gue duduk manis di kopitiam, kalian yang mencoba menenangkan pasca bertemu dengan banana split, perburuan bangau putih, kalian orang yang mencoba mencari solusi setelah kesedihan itu datang, selalu ada cara menghibur gue dengan drama2 kalian yang gampang ditebak, bersedia burger dbestonya gue rampas pas sampai kontrakan, acara masak-masak yang rusuh dan seru, selalu bilang 'ogah ah' kalau ditawarin sesuatu tapi ujung-ujungnya ngerecokin, ah ! terlalu banyak kisah bareng kalian lagi yang berputar di memory otak gue.

Hana, Ari terimakasih ya hana sama ari udah mau sayang sama dewi :") maafin dewi dan makasih yaa udah jadi kakak2 yang mengayomi dewi sebelum dewi punya "kakak" yang sesungguhnya. Semoga ari sama hana makin sayang sama dewi, semoga dewi, hana dan ari makin disayang Allah. Nanti kalau hana sama ari mau masuk surga dan belum melihat dewi, jangan lupa tanyakan pada Allah dimana dewi :"" hingga pada akhirnya kita terus bersama hingga JannahNya :") semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat ari dan hana :)

Sepertinya judul diatas bukan hanya sekedar dewi disayang hana dan ari, tapi dewi pun sayang hana dan ari :")

Wassalamu'alaikum wrwb

Mawar residence B6
Dewi Setiawati,
01:09 wib

Noted : gue bakalan ceritain ini ke anak2 gue, sampai pada akhirnya gue akan suruh anak2 gue sering2 nanti main dan ngerecokin tante hana dan om ari hahahaha